Tema 6 Subtema 1 Pemb 4 (Masyarakat Peduli Lingkungan)
Tema : 6 Subtema 1
Pembelajaran : 4
Materi : ( Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Indonesia)
Ilmu
Pengetahuan Alam (KD 3.2 dan 4.2)
Pentingnya Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi
Kesehatan reproduksi
remaja merupakan kondisi kesehatan yang menyangkut masalah kesehatan organ
reproduksi, yang kesiapannya sejak usia remaja ditandai oleh haid pertama kali
pada remaja perempuan atau mimpi basah bagi remaja laki-laki. Usia remaja
adalah masa transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan emosi, psikis, dan
fisik dengan ciri khas yang unik.
Dilansir dari laman
resmi Kementrian Kesehatan RI, kesehatan reproduksi meliputi fungsi, proses,
dan sistem reproduksi remaja. Namun kesehatan ini bukan hanya dinilai dari
kesehatan fisik saja, melainkan juga kesehatan mental dan juga sosial.
Sudah seharusnya remaja dibekali informasi seputar kesehatan reproduksi dan berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi sistem reproduksi. Tujuan pengenalan ini adalah agar remaja tidak melakukan hal-hal yang berisiko memberikan efek negatif terhadap kesehatan organ reproduksinya.
Pengetahuan
dasar reproduksi yang harus diketahui oleh remaja meliputi:
1. Pengenalan
tentang proses, fungsi, dan sistem al at reproduksi.
2. Mengetahui
penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya, serta dampaknya.
3. Mengetahui
dan menghindari kekerasan seksual.
4. Mengetahui
pengaruh media dan sosial terhadap
aktivitas seksual.
5. Mengembangkan
kemampuan ber-komunikasi, terutama membentuk kepercayaan diri dengan tujuan
untuk menghindari perilaku berisiko.
Berikut
hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan di sekitar organ
reproduksi :
1. Biasakan
mandi dua kali sehari.
2. Cucilah
tangan setiap sebelum dan sesudah buang air kecil dan buang air besar.
3. Cucilah
bagian luar organ reproduksi dengan sabun dan air bersih.
4. Gantilah
pakaian dalam minimal dua kali sehari.
5. Hindari
bertukar pakaian dalam dan handuk' dengan orang lain.
6. Bagi laki-laki, dianjurkan untuk dikhitan atau disunat agar mencegah terjadinya penularan penyakit menular seksual serta menurunkan resiko kanker penis.
Pengenalan
tentang cara menjaga organ reproduksi sudah harus dilakukan sejak usia remaja.
Langkah yang dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi adalah :
1. Menjaga kebersihan reproduksi.
2. Menghindari aktivitas seksual yang berisiko.
3. Menjaga berat tubuh ideal.
4. Asupan makanan gizi seim bang.
5. Hindari rokok dan alkohol.
6. lstirahat cukup.
7. Perhatikan produk yang digunakan.
8. Memeriksakan diri secara rutin.
Ilmu
Pengetahuan Alam (KD 3.2 )
Masa
Pubertas
Masa pubertas adalah masa ketika seorang
remaja mampu untuk bereproduksi yang ditandai dengan serangkaian perubahan,
yaitu primer dan sekunder. Masa pubertas sekunder ditandai dengan perubahan
fisik yang terlihat dari luar. Sedangkan pubertas primer ditandai dengan
perubahan hormon dan fungsi organ reproduksi.
Perubahan primer dan sekunder remaja putra Perubahan primer pada remaja putra, ditandai dengan :
a. Mengalami mirnpi basah pertama (pollutio).Perubahan
sekunder pada remaja putra, ditandai dengan :
a. Growth
spurt (lonjakan pertumbuhan)
Ciri-ciri
growth spurt :
·
Badan bertambah tinggi dalam waktu yang
relatif cepat.
·
Badan membesar.
·
Pinggul pada remaja putri membesar.
·
Bau badan meningkat.
·
Mengalami perubahan suara.
·
Peningkatan nafsu makan.
b. Organ kelamin membesar.
c. Tumbuh rambut atau bulu halus di daerah
sekitar kemaluan, dada, dan ketiak.
d. Tumbuh jenggot, kumis, atau jambang.
e. Tumbuh jakun.
f. Produksi keringat berlebih (menimbulkan bau
badan).
g. Jerawat berm unculan.
Perubahan primer dan
sekunder remaja putri Perubahan primer pada remaja putri, ditandai dengan :
a. Perubahan hormon seksual, yaitu estrogen.
b. Berfungsinya organ reproduksi.
c. Mengalami menstruasi pertama.
Perubahan sekunder pada
remaja putri, ditandai dengan :
a.
Growth spurt.
b.
Payudara membesar.
c. Tumbuhnya rambut pada ketiak dan organ intim.
d. Produksi keringat berlebih menimbulkan bau badan.
e. Jerawat bermunculan.
Bahasa
Indonesia (KD. 3.7 dan 4.7)
Bentuk
Kepedulian Remaja terhadap Lingkungan
Peranan remaja agar
peduli lingkungan dalam membangun serta menjaga lingkungan hidup sangat penting
dan berpengaruh besar bagi perkembangan lingkungan. Remaja dapat terlibat aktif
dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang balk. Bahkan, remaja juga
harus dibekali pengetahuan, kesadarap, serta keterampilan untuk menjaga
kelestarian alam sekitar. Jika hal ini dilakukan sejak dini, yakinlah masa
depan lingkungan dan kondisi alam bisa menjadi lebih balk.
Kini, remaja dapat
berperan aktif untuk men-jaga lingkungan dan turut serta dengan bergabung
bersama Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Sum ut yang berdiri sejak 2012.
Komunitas ini berdiri karena lingkungan alam sekitar yang semakin rusak dan
terjadinya global warming dan ingin menciptakan remaja yang peduli terhadap
lingkungan.
Banyak hal balk yang bisa ditanamkan pada anak sejak dini agar menjadi kebiasaan hingga dewasa, salah satunya adalah kepedulian terhadap lingkungan. Sebab, sekecil apapun perilaku tidak menjaga lingkungan bisa berdampak buruk bagi kondisi Bumi maupun kelangsungan hidup semua makhluk di dalamnya.
Berikut
ini adalah cara-cara kita agar terbiasa peduli pada lingkungan.
1. Membuang sampah pada tempatnya anak peduli
lingkungan.
2. Berhemat menggunakan listrik dan air.
3. Mengenalkan reduce, reuse, dan recycle.
4. Menggunakan produk yang ramah lingkungan.
5. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
6. Belajar menanam pohon dan berkebun.
7. Bepergian ke alam bebas
"Kami ingin
mengajak remaja Sumut menjadi contoh yang balk dalam upaya penjagaan kebersihan
dan kelestarian lingkungan. Dengan mem ulai dari hal yang kecil, seperti
membuang sampah pada tempatnya hingga berbagai kegiatan lainnya. Jika remaja
memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab pribadi untuk menjaga kebersihan
lingkungan, yakinlah lingkungan hidup kita akan balk," kata Ketua Kophi
Sumut, Anwar Fuad Alamsyah Lubis.
Kegiatan yang telah
dilakukan, di antaranya Kophi Wisma (Wisata Mangrove). Hutan bakau atau disebut
juga hutan mangrove adalah hutan yang turnbuh di air payau,dan dipengaruhi oleh
pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi
pet urn puran dan akumutasi bahan organik.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperbaiki
mangrove, menanam dan pentingnya menjaga keutuhan mangrove di sejumlah daerah
pesisir. Kegiatan lainnya, Kophi Wisata Edukasi dengan mengedukasi masyarakat,
Kophi Gathering, dan kegiatan nasional yang pertama pada 2014 lalu.
"Adanya komunitas ini, maka kami ingin menjadi bagian dari solusi masalah perubahan iklim sehingga para remaja dapat bergerak melakukan sebuah tindakan secara kolektif dan berkelanjutan demi terciptanya lingkungan yang lestari," ujarnya.
Ayo Berlatih, kerjakan soal-soal pada link berikut untuk mengerjakan latihan soal pembelajaran 4
Sehat selalu untuk kamu dan juga keluarga, terima kasih selamat belajar


Nama: Wita Sudah selesai
BalasHapusNama : Airin sudah selesai
BalasHapusNama=mei sudah selasai
BalasHapusZaki sudah selesai
BalasHapusZaki sudah selesai
BalasHapusZaki sudah selesai
BalasHapusZaki sudah
BalasHapusZaki sudah selesai
BalasHapus