Tema 6 Subtema 1 Pemb 5 dan 6 (Masyarakat Peduli Lingkungan)
Kelas : VI
Tema : 6 Subtema 1
Pembelajaran : 5 dan 6
Materi : (Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Pendidikan Kewarganegaraan)
PEMBELAJARAN 5
Bahasa Indonesia (KD
3.7 dan 4.7)
Ayo,
Bantu Kurangi Sampah!
Sampah merupakan salah
satu masalah besar bagi kita semua. Kita bisa membantu mengurangi sampah dengan
cara melakukan 3R. Apa itu 3R? R yang pertama untuk Reduce (mengurangi). Supaya
sampah tidak bertambah banyak, kita harus mengurangi jumlah sampah. Bagaimana
caranya? Saat membeli sesuatu, kita pasti diberi kantong plastik sebagai wadah.
Setelah itu, plastik akan dibuang dan menjadi sampah. Padahal, kantong plasti
perlu waktu ratusan tahun untuk diuraikan. Supaya sampah plastik berkurang,
jangan lupa membawa kantong kain scat pergi membeli sesuatu. Kantong kain bisa
digunakan berkali-kali. Kalau kotor juga tinggal dicuci. Usahakan juga untuk
membawa botol minurn dan kotak bekal ke mana-mana. Jadi, sampah botol, kaleng,
dan plasti kemasan bisa berkurang.
R yang kedua untuk
Reuse (rnernakai ulang). Supaya sampah tidak bertambah banyak, kita jangan asal
buang barang bekas. Sebelum dibuang, perhatikan dulu barangnya! Jika ada buku
tulis lama yang masih kosong, am bil bagian kosongnya. Setelah itu, gabungkan dengan
streples atau selotip dan kamu bisa memakainya sebagai tempat catatan.
Kalau ada baju, buku,
dan barang yang sudah tidak terpakai, namun masih layak, sum bangkan kepada
orang yang membutuhkan. Msalnya ada kaleng bekas, kita bisa menghiasnya dengan
selotip warna-warni. Setelah itu, kita bisa rnenjadikannya tempat menyimpan
pensil.
R yang ketiga untuk
Recycle (mendaur ulang). Mendaur ulang artinya mengolah sampah atau barang
bekas, menjadi barang baru yang layak pakai. Proses ini biasanya dilakukan oleh
pusat pengolahan sampah atau pusat daur ulang sampah. Caranya mudah, kita hanya
perlu membuang sampah ke tempat yang tepat. Misalnya begini, sampah bekas
makanan dimasukkan ke tempat sampah organik. Sampah. plastik, kertas, botol,
kaca, dan sebagainya dimasukkan ke tempat sampah anorganik. Dengan begitu, kita
tidak akan salah buang sampah. Membuang sampah pada tem patnya bisa membantu
mempercepat proses daur ulang sampah. ltulah beberapa cara untuk mengurangi
sampah.
Bahasa Indonesia (KD 3.7 dan 4.7)
Poster adalah suatu media publikasi yang di dalam nya
terdapat teks, gam bar, atau perpaduan keduanya dimana tujuannya untuk
memberikan informasi atau pesan kepada khalayak. Poster bisa digunakan sebagai
sarana ikian, pendidikan, propaganda, sosialisasi dan dekorasi. Informasi atau
pesan yang ada di dalam sebuah poster sifatnya persuasif atau mengajak orang
lain untuk melakukan hal sesuai dengan isi pesan dalam poster. ltulah sebabnya
mengapa poster selalu dibuat semenarik mungkin agar pembacanya terpengaruh
dan mengikuti pesan yang ada di dalam poster tersebut.
Tujuan poster
adalah untuk memberikan informasi, mengajak dan menghimbau banyak orang untuk
menjalankan suatu seperti apa yang digambarkan pada poster tersebut. Adapun
manfaat poster adalah untuk memberikan pemahaman mengenai suatu informasi
kepada banyak orang atau para pembaca tentang apa yang hendak di sampaikan oleh
pembuatan poster memakai gam bar dan kata-kata yang singkat, sederhana dan
jelas.
Berikut ciri-ciri poster, yaitu :
1.
Desain
grafis poster harus memuat komposisi yang terdiri atas huruf dan gambar di atas
media kertas atau kain yang beruku ran `besar.
2.
Cara
pengaplikasiannya bisa dengan cara ditempel pada dinding, tern pat umum.
3.
Poster
pada umumnya dibuat dengan perpaduan warna yang kuat dan kontras.
4.
Poster menggunakan Bahasa yang singkat, jelas, dan tidak
rancu supaya mudah dipahami.
5.
Pesan
yang ingin disampaikan sebaiknya disertai dengan gambar.
6.
Poster bisa di baca secara sambil lalu.
Syarat-syarat membuat poster, antara
lain:
1.
Poster
harus menggunakan kata-kata yang mudah dipahami banyak orang.
2.
Kalimat
yang dipakai harus jelas, singkat dan padat makna.
3.
Merupakan
penggabungan dari gam bar dan tulisan yang menarik.
4.
Didesain
yang membuat orang menjadi tertarik untuk meli hat dan mengetahui.
5.
Harus
ditempel atau dipasang pada ternpat-tern pat yang biasa terlewati orang.
6.
Bahan
yang dipakai dalam pembuatan poster sebaiknya yang mempunyai kualitas yang
balk, supaya tidak mudah rusak.
Menurut isinya poster dibedakan menjadi berikut ini, yaitu:
1.
Poster
Niaga, yaitu poster yang dibuat sebagai media komunikasi mengenai hal-hal yang
ber-hubungan dengan penawaran barang dan jasa.
2.
Poster
Kegiatan, yaitu poster yang dibuat untuk menyampaikan informasi mengenai suatu
kegiatan.
3.
Poster
Pendidikan, yaitu poster yang dibuat untuk menyampaikan informasi yang isinya
mendidik masyarakat.
4.
Poster
Layanan Masyarakat, yaitu poster yang dibuat untuk menyampaikan informasi
mengenai pelayanan kesehatan yang terkait dengan kesejahteraan masyarakat.
5.
Poster
Karya Seni, yaitu poster yang bersifat ekspresif di mana pesan di dalamnya
dapat diartikan berbeda oleh setiap orang.
Beberapa ketentuan untuk dapat membuat poster yang baik dan benar, yaitu :
1.
Menentukan
topik dan tujuan poster.
2.
Menggunakan
kalimat yang bersifat persuasif, singkat, dan jelas.
3.
Menggunakan
gambar menarik.
4.
Menggunakan
media yang tepat.
Ilmu Pengetahuan Alam (KD.
3.2 dan 4.2)
Ciri-ciri pubertas yang
sudah disampaikan pada pembelajaran 2, terjadi pada laki-laki dan perempuan
remaja. Pubertas menjadikan seorang laki-laki semakin gagah dan seorang
perempuan menjadi lebih cantik. Masa pubertas sebagai ambang peralihan menjadi
dewasa. Pada remaja yang mengalami pubertas seringkali juga terjadi perubahan
drastis seperti cara bicara, cara berjalan, cara berpakaian, ada keinginan
untuk terlihat macho sebagai laki- laki yang gagah.
Pada wanita, perubahan
perilaku juga ditunjukkan dengan kepedulian terhadap penampilan fisik yang
semakin jell, selain itu keinginan untuk menjadi lebih cantik juga lebih
tinggi. Adapun pubertas dialami oleh semua orang sebagai salah satu fase
pertumbuhan dan perkembangan manusia. Adanya perubahan perubahan akibat masa
pubertas ini akan lebih baik jika orang tua terus memantau.
Ciri-ciri
anak yang mengalami masa pubertas dari sisi psikologis adalah :
a. Mencari
pergaulan di luar keluarga, usaha melepaskan diri dari ikatan keluarga.
b. Minat
subjektif dan sosial, timbul ke dalam batin sendiri.
c. Kepribadian
tumbuh dan si puber menemukan diri sendiri, is muiai meneliti hidupnya.
d. Sikapnya
menjadi emosional.
e. Daya
pikir melepaskan sifat-sifat konkret dan menuju sifat-sifat abstrak.
f. Perkembangan
anak laki-laki dan anak perempuan berbeda.
g. Anak
puber mengalami sikap ketidak-tenangan, tidakseimbang dan menunjukkan sifat
yang bertentangan.
Jadi,
peranan orang tua sangat penting di masa pubertas ini. Berikut adalah beberapa
cara mendidik anak usia pubertas yang tepat;
1.
Membekali diri dengan limo
2.
Membekali diri dengan sabar
3.
Memposisikan diri sebagai teman dan
pendengar bagi anak
4.
Hindari menjadi overprotective
5.
Memberikan pilihan, tapi tetap ada
batasan
6.
Memberikan hukuman dan reward sesuai
dengan tindakan anak
7.
Menyampaikan kritik yang mem bangun
8.
Memberikan pujian yang memotivasi
9.
Memberi pemahaman moral dan agama
10. Mendoakan
keselamatan anak
PEMBELAJARAN 6
Pendidikan
Kewarganegaraan ( KD 1.2, 2.2, 3.2 dan 4.2)
Sebagai seorang siswa
atau siswi di sekolah kita memiliki kewajiban dan hak. Kewajiban adalah segala sesuatu
yang harus dilakukan/ dilaksanakan oleh masing-masing individu sehingga bisa
mendapatkan haknya secara Iayak. Sebagai seorang warga negara, kita mempunyai
kewajiban dalam kehidupan bernegara.
Contoh kewajiban Warga Negara Indonesia,
antara lain
1. Wajib
membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
2. Wajib
membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Republik Indonesia.
3. Wajib
melindungi, menghargai, menghormati, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
4. Setiap
warga negara memiliki kewajiban untuk twat, tertib, tunduk, dan patuh terhadap segala
hukum yang berlaku di Indonesia.
5. Wajib
turut serta dalam mem bangun bangsa dan tanah air.
6. Wajib
mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan.
Kewajiban harus
dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab. Setiap keluarga mempunyai peraturan
yang dibuat secara bersama-sama oleh anggota keluarga dengan dipimpin kepada
keluarga (ayah). Peraturan dalam keluarga mengikat semua anggota keluarga untuk
melaksanakannya secara bertanggung jawab. Dengan adanya kesadaran setiap
anggota keluarga dalam melaksanakan kewajiban akan tercipta ketertiban,
ketenangan, dan keharmonisan dalam keluarga.
Siswa di sekolah
sebagai warga sekolah, tidak dapat terlepas dari kewajiban. Kewajiban-kewajiban
tersebut harus dilaksanakan agar mendapatkan hak. Apabila kewajiban-kewajiban
tersebut tidak dilaksanakan atau dipatuhi, maka akan mendapatkan sanksi dari
sekolah.
Secara umum kewajiban seorang siswa atau
siswi di sekolah adalah sebagai berikut :
1. Mengikuti
seluruh kegiatan sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2. Meninggalkan
Iingkungan sekolah segera setelah kegiatan yang diikutinya berakhir.
3. Mewujudkan
dan memelihara ketertiban, keamanan,
keindahan sekolah.
4. Nadir
di sekolah sebelum bel sekolah berbunyi.
5. Memberi
keterangan izin/sakit/berhalangan yang sah scat tidak masuk sekolah.
6. Wajib
mengikuti upacara benders.
7. Wajib
memelihara seluruh fasilitas sekolah.
8. Meng'gunakan
seragam sesuai dengan jadwal.
Bentuk kewajiban sebagai warga
masyarakat seperti berikut :
1. Mematuhi
aturan atau norms yang berlaku dalam masyarakat.
2. Mengikuti
kegiatan yang ada di lingkungan RT, RW, atau desa setem pat.
3. Rukun
dan menghormati tetangga.
4. Menjaga
kebersihan Iingkungan tempat tinggal.
Bentuk kewajiban anak di dalam keluarga,
yaitu
1. Menjalankan
perintah agama.
2. Belajar
dengan tekun.
3. Menjaga
kebersihan rumah.
4. Patuh
pada peraturan dan nasehat orang tua.
5. Menghormati
anggota keluarga yang lain.
6. Sayang
kepada anggota keluarga yang lain.
7. Meminta
ijin orang.tua ketika akan pergi.
8. Berbicara
sopan kepada orang tua.
Dalam melakukan kewajiban seharusnya
dilakuan secara bertanggung jawab. Kewajiban yang bertanggung jawab adalah
melakukan semua tugas dan kewajibannya dengan sungguh-sungguh dari dalam hati
dan kemauan sendiri, dan kesiapan menanggung segala resiko atas perbuatan
sendiri. Manfaat melaksanakan kewajiban yang tanggung jawab :
Seseorang akan dipercaya, dihormati dan
dihargai serta disenangi oleh orang lain.
·
Membuat seseorang lebih kuat dan tegar
menghadapi permasalahan.
·
Membuat seseorang bertindak lebih
hati-hati.
·
Membuat kita berhasil menyelesaikan
tugas dengan baik.
·
Membuat kita berani mengakui kesalahan
dan mau mengubah dengan tindakan yang lebih baik.
·
Menjadikan seseorang meraih kesuksesan.
Bahasa Indonesia (KD
3.7 dan 4.7)
Awas,
Sering Jajan Sembarangan Bisa Picu Tifus!
Anak-anak dan jajanan
seolah tak terpisahkan. Jajanan di pinggir jalan di sekolah memang menarik dan
sangat menggoda anak-anak. Namun, tahukah kamu kalau sebagian besar jajanan itu
berpotensi mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi anak. Zat pewarna,
boraks, formalin, pemanis, dan masih banyaklagi bahan-bahan yang dapat mengganggu
kesehatan anak bila dikonsumsi secara terus-menerus.
Harga jajanan yang
sangat murah terkadang karena bahan baku yang dipakai tidak memenuhi standar
kesehatan. Misalnya, menggunakan air mentah (digunakan dalam es batu), saus
botol yang dibuat dari bahan baku tak segar, tepung yang sudah kedaluwarsa,
pewarna yang tidak alami (bahkan terkadang pewarna tekstil), hingga daging
olahan yang tidak segar.
Nah, kondisi makanan
dan minuman seperti itulah yang sangat berisiko mengandung bakteri Salmonella
typhi yang bisa menyebabkan penyakit tipes atau Void. Penyakit tipes yang
rentan menular melalui makanan dan minuman. Gejala tipes berupa demam tinggi,
nyeri perut, dan gangguan pencernaan. Penyebab utama tipes adalah sanitasi yang
buruk dan keterbatasan akses air bersih. Jika tidak segera ditangani, tipes
menimbulkan komplikasi yang membahayakan nyawa. Risikonya pun akan semakin
besar apabila makanan tidak tertutup dengan balk hingga dihinggapi lalat.
Seperti diketahui, lalat hidup di tempat kotor dan sangat berpotensi mem bawa
banyak bakteri.
Spesialis gizi dr. Eva
Kurniawati M.Gizi,SpGK memaparkan, makanan yang tidak menyehatkan dapat
terlihat secara tampilan. Misalnya, berbau, berlendir hingga munculnya jamur di
bagian permukaan makanan. Selain itu, warna makanan yang terlalu mencolok juga
harus diwaspadai karena bisa jadi menggunakan zat pewarna di luar ambang batas.
Sedangkan makanan berformalin teksturnya kenyal namun tidak pklat dan tidak
dihinggapi lalat.
Jika dikonsumsi terlalu
sering, ada dam pak yang sering dijumpai. Untuk jangka pendek contohnya,
seseorang dapat mengalami kepala pusing, muntah hingga diare. Sebaliknya efek
jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan kompenen genetik dalam sel tubuh sehingga
dapat memicu kanker, mempengaruhi kesuburan, fungsi reproduksi.
Peran orang tua sangat
diperlukan agar anak-anak tidak jajan sem barangan. Orang tua harus menjelaskan
tentang. bahaya jajanan dan panganan tersebut. Memberi pengertian kepada
anak-anak memang tidak mudah, apalagi bagi anak-anak yang sudah terbiasa
mengkonsumsi jajanan tersebut. Berikut tips agar anak tidak jajan sembarangan:
- Jagalah kebersihan, cuci tangan sebelum
dan sesudah makan.
- Biasakan sarapan pagi.
- Membawa bekal makanan dari rumah.
Karena itu, hindari jajan sembarangan di
pinggir jalan, apalagi bila dijajakan tanpa penutup makanan.
Ayo Berlatih, kerjakan soal-soal pada link berikut untuk mengerjakan latihan soal pembelajaran 5 dan 6
Sehat selalu untuk kamu dan juga keluarga, terima kasih selamat belajar





Nama: Wita sudah selesai
BalasHapusNama : Airin sudah selesai
BalasHapusNama=mei sudah selasai
BalasHapusZaki sudah selesai
BalasHapus