Kelas 6 Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 4 dan 5 (kepemimpinan)
Tema : 7 Subtema 1
Pembelajaran : 4 dan 5
Pembelajaran 4
Ilmu Pengetahuan Sosial (KD 3.3 dan
4.3)
ASEAN
ASEAN adalah slngkatan dari Association of Southeast Asian Nations atau Perhimpunan
Bangsa-bangsa Asia Tenggara. Sejarah ASEAN bern-iula ketika pertama
kali didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. ASEAN
didirikan oleh lima negara pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina,
Singapura, dan Thailand di Bangkok melalui Deklarasi
Bangkok. Menteri luar negeri penandatangan Deklarasi Bangkok waktu ialah Adam Malik (Indonesia), Narciso R. Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khornan (Thailand). Kini jumlah anggota ASEAN ada 10
negara. Brunei Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN sejak 7 Januari 1984.
Vietnam menjadi anggota ketujuh sejak tahun 1995. Laos dan Myanmar bergabung
dengan ASEAN pada tahun 1997. Sejak 30 April 1999 Kamboja resmi menjadi anggota
kesepuluh ASEAN.
Sejarah pembentukan ASEAN berdasarkan
pada prinsip-prinsip utama, yaitu
·
Saling menghormati kenierdekaan, kedaulatan, kesamaan,
intergritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara.
·
Mengakui hak setiap bangsa untuk peng-hidupan nasional
yang bebas dari campur tangan luar, subversif, dan intervensi dari luar.
·
Tidak saling turut campur urusan dalam negeri
masing-masing.
·
Penyelesaian perbedaan atau pertengkaran dan
persengketaan secara damai.
·
Tidak menggunakan ancaman (menolak penggunaan kekuatan)
militer, dan
·
Menjalankan kerjasama secara efektif antara anggota.
Tujuan
pembentukan ASEAN adalah untuk:
·
Mernpercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta
pengembangan kebudayaan di kawasan ASEAN melalui usaha bersama dalam kesamaan
dan persahabatan untuk memperkokoh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa
ASEAN yang sejahtera dan damai.
·
Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional ASEAN
dengan jalan menghormati keadilan dantertib hukum di dalam hubungan antara
negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam
Per-serikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
·
Meningkatkan
kerja sama yang aktif serta saling membantu di dalam masalah-rnasalah
kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, kebudayaan, teknik, ilmu pangetahuan,
dan administrasi sesama anggota ASEAN.
·
Saling
memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam
bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.
·
Bekerja sama dengan lebih efektif dalam meningkatkan
penggunaan pertanian serta industri mereka, perluasan perdagangan komoditas
internasional, perbaikan sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi, serta peningkatan
taraf hidup rakyat mereka.
·
Memelihara
kerja sama yang erat dan berguna dengan organisasi-organisasi internasional dan
regional yang ada, dan menjajaki segala kemungkinan untuk sating bekerja sama
secara lebih erat di antara mereka sendiri.
Pembelajaran 5
Ilmu Pengetahuan Sosial (KD 3.3 dan
4.3)
Sumbangsih Indonesia di Lingkup ASEAN
Sejak 1967 - 2017 ASEAN berkontribusi
banyak negara-negara ASEAN juga samakin berkembang menjadi organisasi yang
sem.akin matang dan dinamis. Hal ini dibuktikan dengan ketahanannya menghadapi
berbagai tantangan di tingkat regional maupun global.
ASEAN juga terbukti berhasil menjaga
keamanan, dan stabilitas di kawasan Asia Tengara. Hal ini tidak terlepas dari
sumbangsih dan kontribusi yang telah diberikan oleh Indonesia sebagai salah
satu founding fathers (pendiri) ASEAN.
1. Indonesia
berperan penting untuk memastikan sentrplitas ASEAN
2. Indonesia terus mendorong penguatan
kerja sama keamanan maritim, terutama dalam penanggulangan isu illegal, unreported, and unregulated fishing
(IUUF).
3. Indonesia adalah negara pendorong
upaya dan kerja sama penanggulangan terorisme, radikalisme dan violent extremism melalui implementasi ASEAN Convention on Counter Terrorism dan
instrumen inter-nasional lainnya.
Posisi dan Peran Indonesia di ASEAN
Indonesia merupakan salah satu negara
di Asia Tenggara yang dilihat posisinya sangat strategis. Diapit dua benua
(Asia dan Australia) serta dua
samudera (Hindia dan Pasifik) memungkinkan Indonesia berperan penting dalam
interaksi antarnegara di Asia Tenggara.
Sumbangsih lain Indonesia dalam ASEAN, sebagai berikut :
1. Tuan rumah KTT ASEAN
Indonesia telah mendapatkan kepercayaan
untuk mengadakan beberapa kali Konferensi
2. Menjadi pemim pin ASEAN pada
tahun 2004
Indonesia juga memperkenalkan doktrin ketahanan nasional pada
pertemuan ASEAN ministerial meeting ke-5 di Siangapura melalui menteri negeri
luar negeri Adam Malik. Hal tersebut ditujukan untuk mempertegas tujuan ASEAN.
3.
Menjadi tuan rumah pertemuan khusus pasca Gempa Bumi dan Tsunami pada Januari
2005.
Pertemuan ini bertujuan untuk mem-bicarakan tindakan-tindakan
mengatasi bencana Tsunami pada 26 Desember 2004. NegaraAsean yang terkena
tsunami adalah Indonesia, Thailand, dan Malaysia.
4.
Memberi Gagasan Mengenai Pemben-tukan Komunitas Keamanan
Saat itu gagasan mengenai pembentukan komunitas keamanan
ASEAN dikemukakan oleh menteri luar negeri RI Hasan Wirajuda. Gagasan ini tentu
saja disam but balk oleh negara yang lain karena menyangkut bagai-mana sistem
pertahanan di setiap negara yang merupakan masalah negara ber-kembang dalam
menghadapi serangan terorisme, separatisme, kejahatan internasional, dsb.
5.
Menjadi Koordinator Dalam Beberapa KTT ASEAN Bersama Negara Luar
Indonesia menjalankan perannya sesuai tujuan dibentuknya ASEAN yaitu
dalam hal menjalin kerjasama yang balk antar tiap anggota ASEAN maupun dengan
negara diluar Asia Tenggara yang memiliki ciri-ciri negara maju. Dalam hal ini
Indonesia sempat beberapa kali ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan
internasional seperti pada scat Prof. Sumitro
Djojohadi-kusumo ditunjuk sebagai ketua Standing
Committee of A Special Coordination Committee (SCSCC), menjadi koordinator
hubungan ASEAN-Kanada serta menjadi koordinator KTT ASEAN-Cina di tahun 2006.
Peran dan posisi Indonesia dalam
kerja sama di bidang ekonomi dalam lingkup ASEAN
M EA atau AEC merupakan salah satu bentuk kerjasama ASEAN di bidang
Ekonomi, masyarakat Ekonomi ASEAN "M EA" sendiri telah dibuka pada
Desember 2015 lalu dengan tujuan untuk mewujudkan wawasan ASEAN pada tahun
2020.
Karakteristik
utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) :
·
Pasar dan basis produksi tunggal,
·
Kawasan ekonomi yang kompetitif,
·
Wilayah pembangunan ekonomi yang merata
·
Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global.
Berkaitan
dengan pelaksanaan MEA, negara-negara ASEAN menjalin kerja sama ASEAN di bidang
ekonomi sebagai berikut
a. Membuka pusat promosi ASEAN
Promosi yang dilakukan oleh ASEAN meliputi sektor perdagangan,
pariwisata, dan investasi. Pembukaan pusat promosi ASEAN
dilakukan di negara Jepang. Pembukaan pusat promosi di Jepang mem punyai tujuan
untuk melakukan peningkatan kegiatan ekspor dari negara-negara ASEAN ke Jepang
dan juga meningkatkan jumlah investor Jepang bagi negara-negara ASEAN.
b. Penyedia cadangan pangan
Bentuk kerjasama dalam penyediaan cadangan pangan tidak hanya dilakukan
untuk kerjasama yang sating menguntung-kan, tetapi juga dalam keadaan yang daru
rat. Misalnya ketika negara salah satu negara ASEAN sedang mengalami krisis
pangan karena bencana, maka negara lain slap mensuplai cadangan pangan untuk
negara tersebut. Beberapa negara anggota ASEAN yang telah mempersiapkan diri
untuk menjadi penyedia cadangan pangan untuk keadaan darurat adalah Indonesia,
Malaysia, Fill pi na, Thailand, dan Singapura.
c. Menjalin kerja sama di bidang perindus-trian dan perdagangan
1)
ASEAN
Industrial Cooperation (AI CO) yang mulai berlaku pada bulan November 1999
merupakan inisiatif kerja sama di sektor industri yang terus dikernbangkan. Beberapa proyek industri yang dilakukan oleh
ASEAN meliputi industri pupuk, tembaga vaksin, dan abu soda.
2)
Kerjasama di sektor perdagangan
·
AFTA
(ASEAN Free Trade Area) merupakan
bentuk kerjasama negara-negara ASEAN dalam pengelolaan sektor produksi-produksi
lokal yang ada di seluruh negara-negara ASEAN.
·
Koperasi ASEAN atau ASEAN Cooperative Organization (ACO) m erupa-kan organisasi yang bergerak
dalam bidang koperasi untuk meningkatkan kesejahteraan negara-negara ASEAN.
d. Menjalin kerja sama dalam
sektor jasa Dalam upaya meningkatkan kerja sama ekonomi melalui
liberalisasi perdagangan di bidang jasa, negara-negara ASEAN telah menyepakati ASEAN FrameworkAgreement on Services (AFAS)
pada tanggal 15 Desember 1995 di Bangkok, Thailand.
Posisi dan peran Indonesia dalam kerja sama di
bidang politik dalam lingkup ASEAN Kerjasama di bidang politik dan keamanan
ini ditujukan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya
di kawasan ASEAN dan umumnya di dunia. Kerja sama bidang politik dan keamanan
dilakukan menggunakan alat politik, seperti berikut :
a. Kawasan Damai, Bebas, dan Netral (Zone of Peade, Freedom and Neutrality/
ZOPFAN).
b. Traktat Persahabatan dan
kerja sama (Treaty of Amity and
Cooperation/TAC in southeast Asia)
c. Kawasan
Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara (Treaty
on southeast Asia Nuclear Weaponfree Zone/SEANWEZ)
Selain ketiga intrumen
politik tersebut, terdapat pula forum kerja sama dalam bidang politik dan
keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum (ARF). Beberapa bentuk kerja sama
politik dan keamanan di ASEAN, antara lain sebagai berikut.
a.
Pendukung kesepakatan
kawasan Asia sebagai kawasan ZOPFAN
Indonesia mendukung kesepatan mengenai wilayah Asia
sebagai ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom,
and Netrality) yang berarti kawasan yang damai, bebas, dan netral.
Kesepakatan ini bertujuan m enjaga stabilitas regional agar terhindar dari
perpecahan dan tidak memihak kepada pihak-pihak tertentu ketika mengalami
pertikaian dalam ranah internasional.
b.
Ikut bekerja sania dalam penanggu
Iangan napza di kawasan Asia Tenggara Indonesia dengan perangkat keamanan negara senantiasa berupaya menanggulangi peredaran narkotika,
psikotropika, dan zat‑zat aditif lainnya (napza), balk yang masuk ke
Indonesia maupun mencegah peredaran barang-barang tersebut dari Indonesia ke
kawasan negara Asia Tenggara Iainnya.
c.
Mengadakan perjanjian ekstradisi
Perjanjian ekstradisi merupakan perjanjian mengenai penyerahan pelarian
penjahat yang tertangkap di wilayah negara-negara anggota Asean. Indonesia
menegakkan perjanjian ekstra-disi ini dengan memulangkan orang-orang yang yang
terjerat kasus criminal negara-negara anggota Asean yang melarikan diri ke
Indonesia.
d.
Ikut serta dalam penyelesaian konflik
di regional Asean
Penyelesaian
atau bentuk-bentuk pengen-dalian konflik sosial merupakan upaya yang dilakukan
Indonesia sebagai bentuk kerja sama untuk mem pertahankan stabilitas politik di
negara-negara yang bertikai.
e.
ASEAN Defense Ministers' Meeting . (AD MM)
Merupakan
Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN yang membahas penguatan kerja sama
pertahanan di kawasan guna meningkatkan transparansi, keterbukaan dan rasa
saling percaya di antara negara-negara anggota ASEAN.
f. Pengiriman Duta dan Konsulat
Pengiriman
duta dan konsulat merupakan hal yang rutin untuk dilakukan agar wakil negara
seta u ada dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai bagian dari ASEAN.
g. Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir
Peranjian
kawasan bebas nuklir merupakan kerjasama negara-negaraASEAN di bidang politik
mengenai pelarangan senjata nuklir di negara ASEAN. Dalam perjanjian ini
melarang keras adanya perancangan dan pembuatan senjata nuklir di ASEAN.
1. Buku Guru
2. Buku Siswa
3. LKS
Ayo Berlatih, kerjakan soal-soal pada link berikut untuk mengerjakan latihan soal Tema 7 Subtema 1 pembelajaran 4 dan 5
Sehat selalu untuk kamu dan juga keluarga, terima kasih selamat belajar



Komentar
Posting Komentar